Museum Benteng Heritage Kota Lama Tangerang

Bangunan Museum Benteng Heritage yang terletak di Kota Lama (Pasar lama) Tangerang di jalan Cilame No.20 ini diperkirakan dibangun pada abad 17 yang dimana juga menjadi cikal bakal pusat Kota Tangerang yang dulu sering disebut Kota Benteng Makassar.

Sekilas sejarah tentang Kota Tangerang yang saya ambil dari catatan sejarah Buku Metamorfosa Gereja Pinggir (Gereja Katolik Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang), tercatat bahwa pada tahun 1522 nama desa Tangerang pertama kali disebut oleh pengarang Portugis Barros. Awal abad ke-18 mulai ditempati oleh puluhan tentara VOC yang berasal dari Makassar dan dibangun beberapa benteng yang ditempati oleh pasukan Belanda. Pada kerusuhan Tionghoa sekitar tahun 1740 “Benteng Makassar” pun dihancurkan.

Bangunan Museum Benteng Heritage ini merupakan sebuah bangunan tua yang direstorasi oleh Bapak Udaya Halim seorang peranakan Tionghoa (sering disebut Cina Benteng) dan diresmikan pada 11 November 2011. Karena letaknya yang berada didalam pasar, maka setiap pagi Museum ini sangat penuh oleh para pedagang pasar. Tak jauh dari Museum ini juga terdapat kelenteng Boen Tek Bio.

Didalam Museum kalian dapat menjumpai berbagai macam peninggalan sejarah tentang kedatangan armada Cheng Ho yang dimana sebagian rombongannya itu mendarat di Teluk naga dan juga diyakini sebagai nenek moyang penduduk Tionghoa Tangerang.

Kita dapat masuk ke Museum Benteng Heritage dengan membeli tiket seharga Rp 20.000/orang (Umum), pelajar/mahasiswa seharga Rp 10.000, namun itu sudah termasuk jasa pemandu yang sudah siap menjelaskan benda-benda bersejarah didalam Museum. Satu hal, kita tidak diperkenankan mengambil foto atau video selama didalam Museum (sangat disayangkan ya). Kita hanya diperbolehkan mengambil foto diruang depan Museum saja.

Tempat ini juga dapat di pergunakan untuk acara arisan, reunian, ulang tahun, meeting, bahkan foto pre-wedding. Tertarik berkunjung ? 🙂

[zombify_post]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Komentar

0 komentar

Betulkah Dengan Menjamurnya Toko Online, Maka Toko Offline Akan Kalah Bersaing ?

Pesona Sunsrise Di Bukit Cinta Bromo